Rabu, 16 Agustus 2023

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Dekat Jembatan Pasifik Sumedang.

 Warga di sekitar Jembatan Pasifik Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang dihebohkan adanya temuan mayat pria tanpa indentitas, Senin 14 Agustus sekitar 09.00 WIB.

Warga setempat Heri Agustian (32) menuturkan, mayat ditemukan di pinggir jalan sebelah kanan dekat Jembatan Pasifik. Dan sudah ditangani oleh tim dari inafis Polres Sumedang dan dibawa oleh ambulan.

“Sudah ditangani tim Inafis Polres Sumedang. Dan dipastikan meninggal dunia karena sudah tidak ada denyut,” ungkap Heri kepada wartawan.

Adanya temuan mayat juga dibenarkan oleh Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, Rudianto saat dihubungi wartawan.

“Iya korban berjenis kelamin laki-laki sekitar umur 60 an dan langsung dibawa ke ruang jenazah. Sekarang korban masih dikamar jenazah,” ucapnya.


ilustrasi

Laka Lantas Tunggal Terjadi di Tol Cisumdawu, Korban Dibawa ke IGD RSUD Sumedang.


Telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan mobil minibus warna hitam di Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) KM 170, tepatnya di Dusun Babakan Darmaraja RT 02 RW 07 Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang, Rabu (16/8) sekira Jam 05.30 WIB.

Menurut warga setempat, Ai Wangsih (36) yang rumahnya tidak jauh dilokasi kejadian, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi sekira Jam 05.30 WIB dan petugas datang sekira Jam 05.45 WIB.

“Pas kejadian saya mendengar suara ledakan seperti ban pecah, pas melihat ke lokasi kejadian mobil sudah dalam kondisi terbalik miring,” katanya saat dikonfirmasi Tahu Ekspres melalui seluler.

Ia melihat ada dua urang didalam mobil yang berhasil dievakuasi oleh petugas. “Ada dua orang yang dievakuasi petugas keluar dari mobil, yang satu masih sadar, satu lagi luka parah. Kemudian dibawa ke mobil ambulan, didalam mobil korban, tampak ada alat band,” katanya.

Menurutnya, korban tidak keluar sendiri setelah kejadian, tapi dibantu oleh petugas untuk keluar dari mobil.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, Rudianto, membenarkan adanya korban laka lantas di Tol Cisumdawu yang masuk IGD RSUD Sumedang. “Sudah ada masuk IGD, korban kecelakaan lalu lintas di antar oleh ambulan Tol Cisumdawu, Jam 05.30 WIB,” terang Rudianto.

Adapun identitas korban atasnama Ganjar Sardiana (40) warga Cipameungpeuk RT 01 RW 02 Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan. “Kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran, luka-luka pada bagian kepala, trauma tumpul pada dada dan fraktur pada bagian tangan kanan, pasien sedang di rongsen,” katanya.

Menara Kujang Sapasang Bakal Jadi Pintu Masuk Sumedang Kota Pariwisata.



Menara Kujang Sapasang di Blok Panenjoan Desa Jemah Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang dipastikan bakal diresmikan pada Minggu 13 Agustus 2023 lusa oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil sapaan akrabnya.

Ada cerita menarik dibalik Kemegahan Menara Kujang Sapasang yang akan tidak lama lagi akan diresmikan itu. Karena siapa pun mungkin tidak akan percaya, bila Menara Kujang Sapasang awalnya hanya didesain di atas punggung oleh orang nomor satu di Jabar ini saat berkunjung ke Waduk Jatigede.

Ya, awalnya Menara Kujang Sapasang didesain secara spontan oleh Kang Emil pada tiga tahun silam di atas punggung Bambang Riyanto (Kepala Diskominfosanditik) yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Jadi awalnya Pa Emil berkunjung ke Command Center, dan saat itu bertanya Pa Bupati mau apa? dan jawaban Pa Bupati minta atensi untuk Waduk Jatigede,” ungkap Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman kepada sejumlah wartawan, Kamis 11 Agustus 2023.

Setelah melihat Command Center, lanjut Herman, akhirnya rombongan Gubernur Jabar, Bupati Sumedang dan stakeholder lainnya bertolak ke Waduk Jatigede.

“Saat sampai di Waduk Jatigede, Pa Emil mengamatinya dan mengatakan bagaimana kalau di sini (Blok Panenjoan) dibuat Menara. Saya ingat betul, waktu itu Pa Emil meminta kertas dan meminta punggung Bambang Riyanto yang waktu itu masih menjabat Kasatpol PP untuk mendesain Menara Kujang Sapasang di atas punggungnya,” kata Herman menceritakan.

Dan setelah selesai menggambar desain Menara Kujang Sapasang, sambung Herman, Pa Emil meminta kesiapan Pemkab Sumedang untuk melanjutkan segala proses untuk pembangunan
Menara Kujang Sapasang.

Menara Kujang Sapasang di Blok Panenjoan Desa Jemah Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang dipastikan bakal diresmikan pada Minggu 13 Agustus 2023 lusa oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil sapaan akrabnya.

“Waktu itu kita menyatakan siap, meski masih berpikir darimana angggarannya, terus bagaimana pengadaan, perencanaannya karena ini membutuhkan anggaran yang sangat besar. Dan waktu itu, pa Bupati juga mengintruksikan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk DED dan sebagainya,” tuturnya.

Herman juga memastikan bila seluruh anggaran untuk pembangunan Menara Kujang Sapasang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat senilai 100 miliar.

“Alhamdulilah, setelah sebelumnya tak terbayang dari mana angggarannya, namum nyatanya semua anggaran untuk pembangunan Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil ditanggung oleh Pemprov Jabar,” ungkapnya lagi.

Herman juga meyakini bila diresmikannya Menara Kujang Sapasang merupakan pintu masuk Sumedang menjadi Kota Pariwisata di Jawa Barat, bahkan di Indonesia.

“Sumedang Kota Pariwisata ini sebenarnya sudah digaungkan pa Bupati Sumedang sudah lama. Tetapi karena terkendala Covid-19 sehingga prosesnya terhambat. Dan saya yakin setelah ini Menara Kujang Sapasang diresmikan itu menjadi pintu masuk Sumedang menjadi Kota Pariwisata,” kata Herman.

Herman juga menuturkan, bila perpaduan Masjid Al-Kamil, jembatan, dan Menara Kujang Sapasang tak kalah megah bahkan bisa bersaing dengan kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana di Bali, serta Patung Liberty di New York AS.

“Dengan ketinggian Menara Kujang Sapasang yang mencapai 100 meter dan jembatan penghubung ke Masjid Al Kamil, saya yakin para pengunjung akan mendapatkan sensasi seperti di Raja Ampat. Jadi saya sangat optimistis bila Menara Kujang Sapasang adalah wisata kelas dunia,” tuturnya.

Sebagai informasi, Menara Kujang Sapasang memiliki ketinggian 99 meter yang didesain 3 lantai dan dilengkapi lift.

Menara Kujang Sapasang nantinya memiliki puncak dengan view deck untuk wisatawan menikmati keindahan Waduk Jatigede.

Kang Emil menyebutkan bila menara Kujang Sapasang merupakan simbol senjata khas orang Sunda. Dimana dua miniatur kujang berukuran besar melambangkan suami istri yang berperan besar dalam pembangunan peradaban.

Sedangkan dua miniatur kujang berukuran kecil, menurut Kang Emil, diibaratkan dua anak dari pasangan suami istri yang dilambangkan dengan dua miniatur Kujang berukuran besar itu.

Di dalam Menara Kujang Sapasang itu dikabarkan akan Museum Kujang Pasundan. Yang bakal diisi oleh Kujang-kujang asli peninggalan sejarah Sunda.

Menara Kujang Sapasang ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil. Lebih dari 1000 penari Umbul dari berbagai kecamatan akan meramaikan peresmian Ikon Baru dari Kabupaten Sumedang ini.




Jumat, 11 Agustus 2023

Herman Suryatman Diusulkan Gubernur Jabar , Makin Kuat menjadi Calon Pj Bupati Sumedang

dok: foto pribadi 


Kepemimpinan Dony-Erwan diketahui akan habis masa jabatannya pada 20 September 2023, sedangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar pada November 2024. Artinya ada kekosongan kekuasaan setahun lebih lamanya yang harus diisi oleh Pj Bupati Sumedang.

Namun, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera, Iwan Nugraha, usulan dari DPRD Sumedang, tidak serta merta nama-nama itu yang nantinya bakal menjabat Pj Bupati Sumedang pengganti Dony-Erwan.

Pasalnya, person yang di usulkan DPRD Sumedang harus bersaing juga dengan nama-nama yang diusulkan Gubernur Jawa Barat dan juga yang diusulkan Tim Kemendagri karena institusi tersebut boleh juga mengusulkan masing-masing maksimal 3 nama.

Salah satunya , nama Herman Suryatman, dipastikan makin kuat karena mendapat dukungan dari dua instansi sekaligus, yaitu DPRD Sumedang dan Gubernur Jawa Barat.

Selain diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumedang untuk menjadi Calon Penjabat (Pj) Bupati Sumedang pengganti kepemimpinan Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan, nama Sekretaris Daerah (Sekda), Herman Suryatman, juga diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Hal itu diakui Herman, saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, di Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang pada Hari Kamis (10/8).

“Pemprov Jabar memberikan kepercayaan juga. Saya salah satu yang diusulkan juga oleh Pemprov untuk menjadi Pj Bupati Sumedang,” kata Herman.

“Keputusan akhir nanti akan dirapatkan dalam sidang Tim Penilai Akhir (TPA) Kemendagri bersama kementerian lainnya untuk memutuskan siapa Calon Pj Bupati Sumedang terpilih,” kata Iwan.

 


Kecelakaan lalu lintas di Tol Cisumdawu


 

Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu), “Mobil Box terguling diduga ban pecah lalu ditabrak mobil minibus, dari arah Majalengka menuju Bandung di KM 185 kalau tidak salah daerah situ mah,” terang salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian, Hagi Khairul Hamdhan (22)  tepatnya di Di Dusun Cibunut perbatasan Pabuaran (Dekat Jembatan Cibunut) Desa Cikole Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang, Jum’at (11/8) sekira Jam 08.00 WIB.

Babinsa desa Conggeang Koramil 1007/Conggeang Kodim 0610/Sumedang Serda Novi Aryansyah bersama warga masyarakat melaksanalan pembabatan rumput dilapangan sepak bola Conggeang Kulon, Dalam rangka Memperingati HUT RI KE 78

Dalam rangka Memperingati HUT RI KE 78, Babinsa desa Conggeang Koramil 1007/Conggeang Kodim 0610/Sumedang Serda Novi Aryansyah bersama warga masyarakat melaksanalan pembabatan rumput dilapangan sepak bola Conggeang Kulon, Guna penyiapan acara tournamen bola mini soccer se - kecamatan Conggeang,

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Danramil 1007/Conggeang Kapten Inf. Lilo Witjaksono di Makoramil Conggeang, rabu(09/08/2023)

"Kegiatan tersebut dalam rangka buat penyiapan kegiatan pertandingan bola mini socer se- kecamatan Conggeang dalam rangka menyambut HUT RI KE 78 dan hal tersebut juga merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap sarana olah raga masyarakat di desa binaanya". ujarnya.




Dikatakan Danramil bahwa Masyarakat dengan dibantu anggota Babinsa dari koramil Conggeang masuk ke lapangan membersihkan rumput-rumput liar yang sudah terlalu tinggi, rumput lapangan sepakbola langsung dipotong menggunakan mesin pemotong rumput dan sebagian menggunakan sabit dan lainnya membersihkan bekas potongan rumput tersebut,ucap Danramil

Pelaksanaan kerja bhakti yang dilaksanakan secara rutin di desa, diharapkan dapat memberikan pelajaran bagi seluruh warga akan pentingnya melestarikan budaya gotong royong demi kemajuan desanya. Selain itu, melalui kerja bakti bersama tersebut akan meningkatkan tali silaturahmi dan kerjasama antara TNI dengan masyarakat. Pungkasnya (pendim)

UNIK! Domba Garut ini Miliki Empat Tanduk di Sumedang


Cucu Suryaman (49), Warga Dusun Hiji, RT 2 RW 3, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor pemilik "Si Sultan" domba Garut Bertanduk 4. (Istimewa).


Siapa yang tak kenal dengan domba Garut, domba Garut selalu tampil gagah, karena memiliki dua tanduk yang indah berbeda dari jenis domba lainnya di Indonesia. Domba yang berpenampilan gagah ini sering menjadi primadona saat kontes ketangkasan domba yang kerap digelar diberbagai daerah di Jawa Barat.

Namun, ada yang unik dengan domba Garut jantan di Sumedang ini, karena bertanduk 4 yang tentunya tidak umum ditemui. Empat tanduk di kepala domba Garut jantan, tumbuh di bagian samping seperti halnya tanduk domba. Sedangkan dua tanduk lainnya tumbuh di bagian depan kepalanya.

Domba Garut jantan bertanduk 4 ini milik Cucu Suryaman (49), Warga Dusun Hiji, RT 2 RW 3, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor yang diberi nama “Si Sultan”.

Menurut Cucu, dombanya tersebut adalah spesies domba garut murni bukan hasil dari perkawinan silangan dengan spesies domba jenis lain.

“Sekarang umurnya sudah 3 tahun. Dan bukan hasil kawin silang dengan domba jenis lain,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (27 /07/ 2023)

Diakui Cucu, domba bertanduk empat miliknya ini terbilang langka di Sumedang. Dan di Jatinangor adalah satu-satunya domba yang memiliki tanduk 4.

Selain bertanduk empat, Cucu menyebutkan, bila dombanya ini memiliki keunikan lainnya, yaitu pertumbuhannya yang cepat dan sangat agresif.

“Si Sultan ini agresif dan bisa dibilang tumbuhnya sangat cepat. Selain itu, makan juga sangat rampus, sehingga kini bobotnya mencapai 80 kilogram. Berbeda dengan domba seusianya yang rata-rata di kisaran 40 kilogram,” tutur Cucu.

Cucu mengaku, keunikan yang dimiliki dombanya itu kini menjadi buruan pehobi domba, yang berani menawar untuk dombanya itu dengan harga cukup tinggi.

“Banyak yang datang ke sini dan ada yang berani menawar hingga Rp 20 juta untuk memiliki Si Sultan (panggilan domba miliknya). Domba saya tidak ada rencana untuk dijual. Dan akan dijadikan ikon di kandang milik saya,” tandasnya.