Minggu, 17 September 2023

Polres Sumedang Masih Hitung Kerugian Negara Kasus Dugaan Korupsi Desa Ranjeng, 17 Saksi Diperiksa.

 



Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sumedang, AKP Maulana Yusuf Bakhtiar, menyebutkan, saat ini masih dilakukan penghitungan kerugian negara terkait kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Desa Ranjeng Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Tahun Anggaran 2018 sampai dengan 2020.

Menurutnya, hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Sumedang sudah ada keluar, namun masih dilakukan Penghitungan Kerugian Negaranya (PKN).

“Kalau audit sudah keluar ada, nominal sudah ada, cuma kita pastikan untuk PKN-nya, Penghitungan Kerugian Negaranya,” kata AKP Maulana Yusuf kepada Tahu Ekspres di Mapolres Sumedang, Senin (4/9)

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 17 orang saksi. Baik dari pihak internal Desa Ranjeng maupun eksternalnya. “Untuk pemeriksaan sudah ada 17 orang, dari internal desa ada dari eksternal ada,” terangnya.

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan pemerintahan Desa Ranjeng periode sebelumnya ini, masih dalam proses penyelidikan. Polisi masih melengkapi alat buktinya untuk memastikan kembali, kasus tersebut masuk tindak pidana atau bukan dan berapa kerugian negaranya nanti akan lebih jelas setelah alat buktinya lengkap.


Polres Sumedang Sudah Kantongi Ciri-ciri Pelaku Kekerasan di Lingkungan Gending


Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, AKP Maulana Yusuf Bakhtiar, menyebutkan, saat ini Polres Sumedang telah mengantongi ciri-ciri pelaku kasus kekerasan yang terjadi di Lingkungan Gending Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan, yang terjadi pada Hari Minggu (27/8) sekira Jam 02.00 WIB, namun baru ada laporan polisi seminggu kemudian pada Hari Sabtu (2/9).

“Kita tidak mau gegabah, kita tidak mau sembarangan mengamankan orang, tanpa alat bukti yang kuat,” terang AKP Maulana Yusuf saat diwawancara Tahu Ekspres di Mapolres Sumedang, Senin (4/9).

Menurutnya, kalau melihat video viral yang beredar sementara pelaku memang 4 orang. Cuma harus dilihat mana pelaku utamanya. Saat ini pelaku belum tertangkap, kata Kasat, karena saat menjalankan aksinya menggunakan penutup wajah.

“Tapi secara ciri-ciri dan kita di lapangan sudah mendapatkan petunjuk yang jelas pada seseorang, InshaAllah dalam waktu dekat kita amankan,” katanya.

Video aksi kekerasan yang menimpa 3 orang remaja ini sempat viral di media sosial. Pengakuan korbanpun, baru melaporkan kasusnya seminggu kemudian setelah ada barang bukti berupa rekaman video.

Menurut salah satu korban, M Gilang Gimnastiar (25), selain aksi pemukulan, Gilang juga mengaku telah dirampas sejumlah uang yang dipegangnya. “Uang Rp100 Ribu lebih sama helm Arai dibawa oleh pelaku. Dengan cara mengancam mau ngebunuh, kalau dalam bahasa Sunda bilang nya; mana ngenta duit, podaran wae kata temen nya teh sok podaran we,” kata Gilang.

Akibat dari kejadian tersebut, semua korban kena pukul 3-5 kali pukulan. “Saya di tendang muka kurang lebih 3 kali, korban semua luka lebam dan memar. Temen saya yang di pukul helm misalah tangannya nahan pukulan helm,” katanya.

 

Sabtu, 16 September 2023

Mencari Bibit Atlet Renang Melalui Sumedang Aquatic Championship 2023



Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Sumedang yang saat ini berganti nama dan logo menjadi Akuatik Indonesia Kabupaten Sumedang sukses menggelar lomba renang melalui Sumedang Aquatic Championship 2023 yang diselenggarakan di kolam renang SMK Yadika Tanjungsari, Minggu (3/9).

Menurut Ketua Akuatik Sumedang, Welly Sanjaya, kegiatan yang dihelat selama satu hari ini bertujuan untuk mencari bibit unggul atlet renang di Kabupaten Sumedang. “Tahun 2025 akan diselenggarakan babak kualifikasi Porda dan Porda pada Tahun 2026. Mudah-mudahan melalui event ini kita bisa memunculkan bibit unggul agar Sumedang bisa meraih medali,” kata Welly di Venue acara.

Menurutnya, Sumedang belum pernah mendapatkan medali selama ini. Untuk itu, dengan event yang baru pertama kali diadakan Akuatik Sumedang ini bisa mencari bibit unggul atlet renang Sumedang yang bisa berprestasi dan meraih medali diajang Porda. “Ini sebagai ajang seleksi untuk menuju lomba ke tingkat berikut nya,” kata pria yang kini menjabat juga sebagai Kepala Desa Serang ini.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Koni Sumedang, Ali Badjri. Ada 44 nomor perlombaan dengan total hadiah senilai Rp11 Juta.

“Untuk juara umum ke-1 dikasih uang pembinaan Rp2 Juta, ke-2 Rp1 Juta dan ketiga Rp500 Ribu. Sedangkan untuk perenang terbaik dari masing-masing kategori dapat hadiah Rp300 Ribu,” kata Welly.

Adapun untuk club yang berhak menjadi juara umum pertama adalah Water Speed Swimming Club dengan perolehan 1.056 Points. Kedua Kian Santang Aquatic Club dengan 926 Point dan ketiga Winars Akuatik Club dengan perolehan 459 Points.

 

Selasa, 05 September 2023

Turnamen Bola Voli AHY Cup Sukses Digelar di Sumedang.

 

Ketua DPC Partai Demokrat Sumedang, Willy Jordan Sumardi, foto bersama peserta turnamen AHY Cup. (Foto : Istimewa)



Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22, Partai Demokrat menggelar Turnamen Bola Voli secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tidak terkecuali di Kabupaten Sumedang, menggelar turnamen di Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Minggu (3/9).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumedang, Willy Jordan Sumardi, menyebutkan, kegiatan tournament tersebut terselenggara atas kerjasama partainya dengan Karang Taruna Lio Kelurahan Cipameungpeuk.

“Gelaran Turnamen Bola Voli AHY Cup ini adalah rangkaian dari HUT ke-22 Partai Demokrat, yang diselenggarakan oleh DPC Partai Demokrat Sumedang bekerjasama dengan Karang Taruna Lio Kelurahan Cipameungpeuk,” kata Willy seperti pada keterangan tertulisnya yang diterima Tahu Ekspres, Minggu (3/9).

Menurutnya, Partai Demokrat sangat mendukung penuh event kepemudaan seperti ini. Bila perlu, lanjut Willy, kegiatan turnamen seperti ini lebih sering diadakan, agar lebih banyak atlet lokal yang bakatnya tersalurkan.

Dikonfirmasi terpisah, Dadang Apendi, mengatakan, tournament yang secara serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia ini berjalan dengan lancar.

“AHY Cup dilaksanakan serentak se-Indonesia setiap HUT Partai Demokrat pada bulan September. Alhamdulillah AHY Cup di Sumedang berjalan lancar. Semoga banyak atlet hebat di Sumedang bisa berkarir profesional,” terangnya.

Dongkrak Sektor Pariwisata, PHRI Sumedang Minta Blue Print Dibenahi.

Ketua BPC PHRI Sumedang Periode 2023-2028, dr. Harnandito Yudhitia. (FOTO: Mamat Munandar)



Jelang pelantikan Pengurus Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Sumedang periode 2023-2028 pada pada Selasa (5/9/2023) nanti. Diharapkan, sesuai dengan rencana program kerja BPC PHRI Sumedang. Terlebih, proses pelantikan BPC PHRI periode 2023-2028 akan dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Demikian disampaikan Ketua BPC PHRI Sumedang dr. Harnandito Yudhitia kepada wartawan di Sumedang Jawa Barat (Jabar), Minggu (3/9/2023).

Harnandito yang kerap disapa dr. Dito mengatakan, ada beberapa program kerja BPC PHRI Sumedang kedepan yang belum terselesaikan selama kepemimpinan lama.

“Jadi, sedikitnya ada tiga program utama diantaranya, membangun sinergitas dalam mengembangkan industri kepariwisataan di Kabupaten Sumedang yang berbasis ekonomi daerah dan lingkungan. Lalu, adanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pariwisata dan perhotelan. Serta, bagaimana pengelolaan sampah dari sampah hotel dan restoran,” paparnya.

Menurut dr. Dito, mengapa pihaknya menitikberatkan pada industri pariwisata yang berbasis ekonomi daerah lingkungan, karena industri pariwisata itu bukan sebagai tujuan tapi sebagai jalan atau cara untuk mencapai tujuan.

“Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat sehingga konsep kami adalah bagaimana konsep industri pariwisata hidrologis dan ini harus berdampak kepada ekonomi daerah. Contoh apakah industri pariwisata ini menciptakan lapangan kerja atau tidak,” ujarnya.

Kemudian yang kedua, sambung dr. Dito, apakah bahan-bahan baku produksi untuk restoran dan hotel yang nanti kedepannya mungkin banyak hotel-hotel berbintang diambil dari daerah lokal atau tidak. Itu menjadi bahan pertimbangan dalam sesi pelantikan dan pembahasan program kerja kedepan.

“Lalu yang ketiga, bagaimana sumbangsih pengusaha terhadap pajak daerah itu optimal. Dan yang tak kalah penting bagaimana kondisi tersebut tidak melupakan dampak lingkungannya. Dalam hal ini artinya pelaku usaha tidak boleh melupakan dampak negatif terhadap lingkungan yang justru harus berkontribusi terhadap keamanan lingkungan,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan akan melanjutkan program yang sudah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya dan meneruskan program yang belum terlaksana.

Program selanjutnya, kata dia, bagaimana memperbaiki infrastruktur dan daya dukung sarana prasarana menuju tempat wisata dan hotel di Sumedang. Sebab, meskipun Sumedang menggelar even sebesar apapun jika sarana prasarananya kurang baik tidak bisa terlaksana.

Selain itu, sambung dr. Dito, terkait gebrakan kedepan bagaimana menggaet wisatawan dan investor untuk menanamkan sahamnya di Sumedang. Dia berpikir yang pertama adalah benahi dulu mengenai blue print nya. Sehingga, jelas tertata dimana lokasi yang cocok untuk hotel, tempat wisata dan informasi informasi mengenai pariwisata di Sumedang.

“Pemerintah daerah, dewan ataupun eksekutif itu harus mengeluarkan blue print pariwisata. Sehingga, bagi teman-teman pelaku usaha yang akan membuka Hotel tidak salah tempat. Kemudian, dilapangan harus ada pendampingan mengenai investasi sebab, Pak Bupati juga sudah mempermudah proses perizinan,” ujarnya. (*)

 

Aksi Kekerasan di Lingkungan Gending, Ketua Brigez Sumedang : Pelaku Bukan Anggota Kami.

 

 Ketua DPW Brigez Sumedang, Joko Kustejo. (Foto : Istimewa)

Terkait aksi kekerasan yang terjadi di Lingkungan Gending Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang yang terjadi seminggu lalu pada hari Minggu (27/8) sekira Jam 02.00 WIB. Namun baru viral Sabtu (2/9) setelah video rekaman aksinya tersebar di Media Sosial. Ketua DPW Brigez Sumedang, Joko Kustejo, membantah bahwa para pelaku adalah anggotanya.

“Saya Joko Kustejo, Ketua DPW Brigez Indonesia Kabupaten Sumedang, menyatakan sikap bahwa kejadian yang ada di Gending, pelaku bukan dari anggota kami, Brigez. Kami tidak mengetahui siapa itu pelakunya, tetapi kami mengetahui bahwa korban adalah anggota kami sendiri,” kata Joko saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Minggu (3/9).

Ia menyayangkan informasi yang menyebar di luar menyebutkan bahwa anggota Brigez pelakunya. Justru, menurutnya, anggota Brigez yang menjadi korban.

Salah satu korban, M Gilang Gimnastiar, menyebutkan, bahwa para pelaku kekerasan di Lingkungan Gending tidak ada yang memakai atribut. “Hoax kang, tidak ada yang menggunakan atribut pelaku mah, semua pakai jaket,” terang Gilang.

Aksi Pemukulan dan Perampasan di Lingkungan Gending Sumedang Terekam Kamera, Ini Kronologinya.

 

Pelaku saat melakukan tendangan ke kepala korban (lingkaran hijau) di Lingkungan Gending Sumedang. (Foto : Istimewa)


Sebanyak 3 orang remaja menjadi korban pemukulan dan perampasan oleh orang tidak dikenal yang terjadi di Lingkungan Gending Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan, Minggu (27/8) sekira Jam 02.00 WIB. Aksi keji ini terekam handphone warga setempat yang kemudian viral di media sosial.

Adapun korban adalah M Gilang Gimnastiar (25) warga Tegalsari RT 02 RW 04 Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara, Syahrul Wahyudin warga Dusun Ciguling RT 01 RW 09 Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan, dan Oki Robiansah warga Dusun Ciguling RT 01 RW 09 Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. 

Menurut salah satu korban, M Gilang Gimnastiar, kronologi bermula saat korban Oki dan Syahrul berboncengan menggunakan sepeda motor dari arah Ketib menuju Taman Endog. Saat tiba di dekat Pasar Modern Sumedang, Oki (yang dibonceng) dan Syahrul (pengendara motor) melihat pelaku sedang melakukan penganiayaan. Namun mereka saat itu hanya lewat saja, tidak sempat berhenti dilokasi kejadian.

“Namun entah apa alasannya, motor teman saya dibuntuti oleh pelaku,” kata Gilang saat dikonfirmasi melalui seluler, Minggu (3/9).

Saat itu, lanjut Gilang, dirinya sedang berada di Indomaret Pajaji untuk membeli minuman, kebetulan melihat temannya Oki dan Syahrul yang sedang berboncengan dipepet oleh pelaku yang berjumlah 4 orang menggunakan 2 sepeda motor.

“Setelah saya beres beli minuman keluar Indomaret, saya melihat teman dipepet di prapatan Pajaji menuju Gending Futsal,” kata Gilang.

Ia pun lalu mengikuti rekannya itu menggunakan sepeda motor ke arah Gending Futsal. Saat tiba di pertigaan Gending (setelah Gending Futsal) korban dan pelaku berhenti.

“Saya melihat rekan saya turun dari motor dan helm yang dipakainya direbut oleh pelaku, kemudian dipukulkan ke kepala rekan saya Oki. Melihat hal itu, saya pun berhenti dan turun dari motor dengan niat untuk melerai, namun saya juga sama kena pukul,” katanya.

Gilang mengaku, saat kejadian dirinya dan 2 rekannya tidak melakukan perlawanan karena menduga pelaku membawa senjata tajam. Jadi para korbanpun tidak ada yang berani untuk melawan karena takut.

“Saya dan rekan-rekan korban sama sekali tidak ada yang mengenal pelaku, pelaku pun menggunakan penutup muka, dengan perawakan badan yang lumayan lebih tinggi dan besar dari para korban,” katanya.

Selain aksi pemukulan, Gilang juga mengaku telah dirampas sejumlah uang yang dipegangnya. “Uang Rp100 Ribu lebih sama helm Arai dibawa oleh pelaku. Dengan cara mengancam mau ngebunuh, kalau dalam bahasa Sunda bilang nya; mana ngenta duit, podaran wae kata temen nya teh sok podaran we,” kata Gilang.

Akibat dari kejadian tersebut, semua korban kena pukul 3-5 kali pukulan hingga mengalami luka lebam dan memar. Sedangkan Korban Oki mengalami cedera ditangannya karena sempat menahan helm yang dipukulkan oleh pelaku.

“Saya di tendang muka kurang lebih 3 kali, korban semua luka lebam dan memar. Temen saya yang di pukul helm misalah tangannya nahan pukulan helm,” katanya.

Iapun, pasca kejadian tidak langsung melaporkan kejadian kepihak kepolisian. Namun setelah mendapatkan bukti video yang diperoleh dari warga setempat, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Sumedang Selatan seminggu kemudian pada Hari Sabtu (2/9).